Masa – masa saat SMP adalah masa dimana kita mulai mengenal tentang cinta, persahabtan, permusuhan dan saingan. Begitupun dengan sekelompok anak muda desa yang baru beranjak dewasa, mereka dipertemukan di salah satu ruangan yang sangat minimalis bertembok kuning dengan lembaran papan berwarna hitam terpampang jelas di hadapan setiap anak – anak yang duduk di depannya. Didalam ruangan tersebut berkumpul manusia muda yang berasal dari berbagai daerah, berbagai kasta, warna kulit, dan mimpi. Di dalam ruangan itulah semuanya bermula, di ruangan itu pula telah dipertemukannya 4 individu yang berbeda karakter.


Sebut saja dia Ira, seorang gadis tomboy yang selalu ceria tapi terkadang nyebelin sih (Sorry Ira), gw berteman dengan ira sudah sejak duduk di TK, sebenarnya gw lupa sih gimana pertama kenal dia tapi dia inget banget loe kita dulu temenan (miris banget ingatan gw), gw juga gak nyangka bisa satu sekolah dengan dia dan untungnya kita juga satu ruangan di kelas 7.C, kelas dimana semua preman berada di dalamnya ( kecuali gw y ), di antara kita ber-4 hanya ira yang rumahnya dekat dengan Sekolah, dulu dia sering banget nyontek ke gw, meskipun jawaban gw jarang ada yang bener (ha ha ha),  Ella Ira Wati ( nama Lengkapnya ) sering banget bantuin gw saat gw lagi kere alias lagi bokek. Pernah suatu saat gw sebel banget dengan ira Cuma gara-gara dia keluarin sarung gw dan buat mainannya dia sama temen-temennya, di saat itu gw malu banget punya sarung itu, tapi Cuma itu yang gw punya, kebetulan dulu ada acara di sekolah sehingga siswa laki – laki di wajibkan membawa peralatan sholat. Pas sarung itu di keluarin dari dalam tas mungil gw,, tuhaaann.....malu banget gw, sarung bermotif kotak – kotak dengan warna orange yang sudah usang itu di pertontonkan ke banyak orang. Kalau gak salah Cuma itu saja kenangan gw berantem ma dia, satu hal lagi ira itu adalah gadis pertama yang gw pernah kasih hadiah berupa boneka kesayangan gw berbentuk dolpin ( ciaaaahhhh cowok suka ma boneka ). Dan dia juga gadis pertama yang memberi kado di hari ultah gw ( makasih ya ira )

Dari ira kemudian gw kenal dengan gadis yang feminim bgt Cuma jalannya sedikit kaya cowok ( pisssss tin ), Murtini....atau biasa dipanggil Tini, gadis berambut panjang dan paling demen yang namanya nabokin gw, dia juga suka menulis puisi ataupun cerita – cerita pendek hampir bukunya penuh dengan karya dia, hanya sayangnya dia gak mau mempublikasikannya. Tini juga adalah cinta monyet gw dulu, kalau di ingat – ingat bagaimana cara gw nembak dia dulu waktu kelas satu...romantis banget tapi sedikit konyol. Namanya juga masih bocah belum begitu mengenal dengan namanya cinta, pada saat itu hujan turun di pagi hari semua aktifitas mengajar jadi terhambat sehingga smua siswa memilih bermain sembari menunggu guru yang datang, entah datang dari mana pikiran aneh itu tiba – tiba gw membranikan diri untuk menembak tini dengan cara menulis sebuah kalimat  “ I Love You ” pada secarik kertas kecil yang gw masukin kedalam tasnya tanpa sepengetahuannya dia, setelah itu kita ber 4 bermain perahu kertas yang kita hanyutkan di selokan depan kelas, singkat kata singkat cerita dia sudah tau  dan memberikan jawaban dari tulisan gw, malu gak ketulungan saat surat balasan dari dia di baca sama temen – temen satu kelas, rasanya muka gw pengen gw copot dan gw masukin ke kantong plastik, malu banget saat itu, namanya juga masih kecil hal seperti itu dah wajar kali ya ?? bertindak tanpa berfikir.

Dan yang terakhir, gadis mungil yang cantik, manja, imut dan masih polos, inilah dia fitriana (jeng jreeng), aku mau tulis apa ya ?? soalnya dia orangnya ketawa terus sih, hobinya ketawa atau apa mungkin dia sudah agak sedikit gi** ( du du du du, kabuuurrr ), bercanda deh, fitriana ini adalah temen yang baik banget yang paling sering banget gw minjem hp ke dia wat maen game, dengerin musik, atau selfie. Wajahnya yang imut dan cantik ( pasti kepedean dia loe baca ini ) sering kali jadi korban dari keisengan temen – temen cowok di kelas, seperti pelecehan sexsual, kasian sih gw liatnya tapi gw g berani buat nglawan mereka, ya iyalah satu lawan preman satu kelas,,, bisa bonyok gw.

3 tahun sudah kita bersekolah di SMP itu, susah seneng sudah kita rasain bar – 4, meskipun gw cowok satu – satunya di gang itu, tp gw bersyukur punya sahabat seperti mereka, kini tiba saatnya untuk kita semua harus meninggalkan sekolah ini, hasil Ujian Nasional sudah keluar di papan Mading, dan siapapun yang namanya tertera di dalam kertas tersebut maka dia harus meninggalkan sekolah dari ratusan nama – nama tersebut terdapat pula nama kami ber – 4, senang karna kita sudah lulus, sedih karna kita harus berpisah, apakah kita masih sahabatan meski kita beda sekolah ?? pertanyaan itulah yang menghantui kita,

Ira melanjutkan sekolah di SMA yang baru di bangun di desanya bersama murtini, fitriana melanjutkan sekolah di kota, sedangkan gw ? gw tidak melanjutkan sekolah karna foktor ekonomi. Tapi gak apa – apalah sudah menjadi takdir, sejak mereka masuk SMA, sejak itu pula gw tidak pernah mendengar kabar mereka, hingga pada akhirnya gw hijrah ke luar provinsi yang sangat jauh dari pulau jawa, baru gw dapat kabar dari mereka, namun kabar yang gw dapat bukanlah kabar yang bisa membuat gw senang namun sebaliknya, kesedihanlah yang gw rasakan ketika murtini bilang ke gw jika ira sudah pindah ke Riau dan fitriana hamil di luar nikah karna suatu tragedi. Kabar itu membuat gw drop.

Setelah dengar ira pindah ke riau gw mulai mencari – cari  kontaknya mulai aku membuat akun facebok dengan harapan gw bisa ketemu dia di fb, dan alhasil gw bisa nemuin dia setelah 6 tahun kemudian, meskipun dengan setatus yang berbeda, dia sudah menjadi istri orang dan menjadi ibu dari anak laki- laki itu, padahal dulu gw inget banget saat dia bilang “ suka sama gw sejak SMP “ karna dia tau kalau gw suka sama murtini makanya dia memilih untuk diam dan menyimpan perasaan itu, tapi sayangnya tini gak suka ma gw ( malang kali nasib awak ).

Murtini, Fitriana, dan Ella Ira Wati kini sudah berkeluarga dan masing – masing memiliki jagoan – jagoan dan putri – putri yang lucu ( gw kapan ?? ToT ), meskipun gw lupa nama – nama dari anaknya mereka tapi mereka tetap ponakan gw, sekarang kita sudah terpisah sangat jauh, sebagian di indonesia dan sebagian lagi ada di luar negeri, tentunya dengan perubahan – perubahan yang sangat mencolok di berbagai aspek.

Gw harap suatu saat kita bisa berkumpul lagi seperti yang dulu tentunya dengan keluarga kita masing – masing, amiiinn !!!!

Sengaja di tulisan gw kali ini gak gw tulis cerita sedihnya karna menurut gw kenal dengan kalian smua adalah sebuah kebahagian dan jauh dari kalian adalah sebuah kesedihan tiada ujung hingga kita di pertemukan lagi.

Nama gw Anggi Kusuma Putra, dan itulah kisah gw bersama sahabat – sahabat gw. Gw sayang kalaian smua,,, miss you all !!!! 


Di malam yg sesunyi ini...
aku hanya bisa menepatkan diri walau pun tanpa mu...
aku tak perlu berfikir panjang bila aku mau bercerita kepada siapa - siapa ..
dengan menatap langit,sambil mengungkapkan apa yg ada dalam benakku.. 
dan ku kan mengajak dia menjadi shabat ku,tuk memberi motivasi yg terindah seperti ke indahan malam “seperti dirinya”,walaupun dia tidak bisa mengungkapkan sesuatu....ku bisa merasakan apa yg ingin dia katakan  kepada ku..terima kasih sahabat ku “langit”.
Kata cinta berusap tangis
Kini telah mendalam di hatiku
Saat ku tau dirimu telah mendua
Kini tinggalah ku sendiri
Hanya malam penggantimu
Hanya tangislah sahabat ku
                                                            
“jangan pernah putus asa bila kamu sedang dilanda sepi”

Tidak pernah ku menduga akan mengenali mu
Kau membawa seribu sinar di kelam hati ini
Terbalut luka hati yang parah dari penderitaan
Terucap kata kasih iklas dari mu.. 
Aku bagaikan Sedang berada di awang-awang
keluh lidah tiada terkata bila mata mu,
merenung ku dengan senyuman manja,
hati berkata ku jatuh cinta pada mu..
kau berkata jatuh cinta pada ku
terasa bergetar hati ini..
perasaan indah membelai jiwa
telaga kalbu yang merana kini kembali bahagia 
Kini jalan yang berbatu penuh penderitaan
terasa sirna semuanya ..
kau berjanji akan bersama walau terpaksa
bersama ku merempuh duri-duri kehidupan 
Namun satu yang harus ku sedari
penderitaan hati ini tiada lagi benci
yang ada kini cinta dan kasih padanya
kerana, 
Iklas kasih Mu Terpancar Dari Mata Mu..
Kini Aku Merindukanmu...!


kamu tak sperti dia,,,

kamu tidak sama degan dia,,,,

rambut mu berbeda degan dia,,,,

mata mu jauh berbeda degan dia.....

kata" mu tak sama dgn dia,,,,

krna kamu bukan dia,,,,

ayah ku yg tlah mnanti kdtangn ku di dunia....

bapak yang tlah mengasuhku hingga sekarang,,,

kamu memang Bapakku sekarang,,,,,

dan dia adlh ayah ku dulu....

tetapi klian duduk brdmpngn di tmpt yg sama dlm hati ku,

membelai rmbut q dengan kedua tangan kalian,

kalian cium kening q scra brgantian,

hnya ini yg bsa q katakan ke klian.....

I love you Bapak

 and

I Miss you ayah

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang tempat – tempat pariwisata yang berada di wilayah bima yang tentunya tidak kalah saing dengan keindahan dari tempat – tempat yang sudah terkenal di luar wilayah bima, seperti pantai – pantai yang ada dibali, raja ampat ( Papua), danau toba ( Aceh ),  dan lain – lainnya. (gak hafal)
Bima, merupakan salah satu kota yang berada di dalam provinsi nusa tenggara barat, sudah banyak putra dan putri bima yang mengangkat dan mengharumkan nama kota ini. Diantaranya seperti eka Bima, Fauzi KDI, Alboa Bima, anggun Bima, Adi Bima, Regas Comika, ( dan betar lagi adalah gilaran saya, wkwkwk) dan masih banyak lagi (gak inget namanya, maklum Faktor U ). Mereka – mereka mengikuti audisi pencarian bakat yang di selenggarakan oleh TV nasional yang sempat di gandrungi oleh smua lapisan masyarakat yang berada di indonesia, selain memiliki bakat di bidangnya masing – masing, mereka juga selalu memperkenalkan budaya dan kota asalnya kepada semua masyarakat yang menyaksikan tayangan tersebut. Tapi maaf, kali ini saya tidak membahas mereka.
Kembali ke topik,
Selain kebudayaan bima yang masih kental, bima juga banyak memiliki tempat –tempat pariwisata yang bagus, indah, menawan, eksotik dan belum banyak di ketahui oleh orang, khususnya oleh masyarakat yang berada di luar bima. Nah saya akan membahas salah satu saja yaitu tentang Pulau Ular yang berada di Wera. Langsung aja





Pulau Ular
Pulau Ular merupakan Salah satu pulau yang berada di tengah perairan bagian timur wilayah kecamatan Wera. Pulau ini juga bersebelahan dengan dua obyek wisata daerah kabupaten Bima, yaitu pulau Gilibanta dan Tolowamba.
Pulau ini merupakan habitat bagi populasi ular laut dengan keunikan warnannya putih silver dengan kombinasi hitam kilat. Ular-ular berwarna hitam putih cerah itu sangat mempesona bila tertimpa cahaya matahari. Wisatawan sangat menyukai momen-momen menyaksikan pemandangan langka ini. Mereka tanpa ketakutan mengalungkan ular-ular besar ini di lehernya. Yang tak kalah aneh, bentuk ekor ular ini sudah pipih menyerupai ekor ikan.
Para nelayan sering menemukannya masuk dalam jaring, namun segera dilepaskan karena mitos khusus terhadap ular tersebut. Ular ini tak bisa dibawa kemana-mana, karena akan selalu kembali ke habitatnya. Kalau tidak bisa kembali, dipercaya akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai. Karenanya, masyarakat desa sangat menjaga kelestarian satwa itu. Pulau Ular dapat dijangkau dengan jarak tempuh lebih kurang 45 menit perjalanan dari Kota Bima dengan menggunakan transportasi darat.
Setelah tiba di Desa Kalo Kecamatan Wera, selanjutnya untuk menuju Pulau Ular, anda harus menggunakan perahu/sampan yang telah disediakan masyarakat sekitar dengan waktu tempuh 15 menit dari daratan. Sebelum menyeberang ke pulau ini kita juga akan menemukun keunikan lain yang ada di daerah ini. Keunikannya adalah ada banyak mata air dipinggir pantai yang apabila air pantai naik maka mata air ini akan tertutup tapi anehnya air dari mata air tersebut rasanya tetap tawar seperti air yang ada dirumah-rumah pada umumnya. Penduduk disini menyebutnya dengan Oi Ca’ba, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya air yang tawar.
Ular-ular di pulau ini menurut penduduk setempat merupakan jenis ular laut. Siapapun tahu bahwa ular laut termasuk ular yang sangat beracun. Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, ular tersebut memang berbentuk seperti ular laut. ekornya pipih seperti ekor ikan, warnanya putih silver dan hitam mengkilat. Ketika dipegang tidak terasa licin sama sekali sebagaimana layaknya ular-ular di darat. Kulitnya lebih terasa kesat dan bersirip seperti ikan. Walau hidup liar, mereka sangat jinak dan ramah terhadap pengunjung. Ketika dipegang mereka sama sekali tidak menggigit atau melilit. Bahkan ketika dipegang dalam jumlah yang cukup banyak, ular-ular tersebut tetap jinak.
Di balik keunikan pulau ini menyimpan sebuah mitos. Orang-orang disekitar pulau mengatakan bahwa asal mulanya pulau tersebut berasal dari sebuah kapal belanda dulu yang ingin datang ke Bima kemudian orang-orang sekitar mengutuk kapal itu menjadi sebuah pulau dan ular-ular yang menghuni pulau tersebut adalah ular jadi-jadian yang bertugas untuk melindungi pulau tersebut.
Dua pohon kamboja yang berada di atas pulau itu dikatakan sebagai tiang dari kapal belanda tersebut.Ular ini tidak bisa dibawa kemana-mana. Kalau ada yang membawanya keluar dari daerah itu, ular tersebut akan segera kembali ke komunitasnya lagi. Kalau tidak bisa kembali, dipercayai akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai, makanya masyarakat desa sangat menjaga kelestarian satwa itu.
OPINI Pulau ular adalah aset bagi masyarakat bima, dimana Keunikannya terdapat mata air dipinggir pantai yang apabila air pantai naik maka mata air ini akan tertutup tapi anehnya air dari mata air tersebut rasanya tetap tawar seperti air yang ada dirumah-rumah pada umumnya. Penduduk disini menyebutnya dengan Oi Ca’ba, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya air yang tawar. Pulau ular ini perlu di lestarikan oleh masyarakat bima sebagai asset nasional maupun internasional.

Nah sekian dulu postingan saya pada kali ini, masih banyak lagi postingan – postingan ku yang sedang mengantri untuk di post....jadi di tunggu aja ya.....

By : Zuka Giofandi


Ntumbu tuta atau dalam bahasa indonesia yang berarti adu kepala, merupakan salah satu kesenian yang dimiliki oleh suku mbojo (sebutan untuk Suku Asli Bima - Nusa Tenggara Barat ) kini sudah mulai terlupakan oleh masyarakat bima pada zaman sekarang, di karenakan pemuda - pemuda pada zaman ini lebih memilih untuk mengikuti dan berkiblat pada kebudayaan orang  - orang barat yang dominan dengan kebebasannya, sehingga sedikit demi sedikit kesenian sendiri mulai terkikis dan memudar,

Namun dapat dkatakan bahwa tidak semua masyarakat bima acuh terhadap kesenian yang telah mula memudar tersebut, Masih banyak ternyata pemuda - pemuda bima yang perduli dengan kelestarian budaya bima, sehingga dengan segala usaha dan upaya yang seala kadarnya mereka membuat suatu event atau acara dengan bertujuan untuk mmunculkan kembali kebudayaan yang hampir hilang tersebut.


APA ITU NTUMBU TUTA ?

Ntumbu Tuta merupakan sebuah tarian yang berasal dari daerah Wawo, tepatnya di desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima - NTB. Tarian ini hanya dapat di lakukan oleh keturunan - keturunan dari nenk moyang mereka yang dahulunya memang menjadi penari Adu Kepala ( Ntumbu Tuta ), pada zaman dahulu tarian tersebut di tarikan oleh kaum perempuan saja, akan tetapi tradisi itu sudah berganti semenjak islam mulai masuk di daerah bima dan sekarang tarian ntumbu tuta hanya di lakukan oleh para kaum Adam.

gerakan yang ada di dalam tarian tersebut menyerupai gerakan pencak silat ( ilmu bela diri khas indonesia ) dengan diiringi alat musi yang berupa 1 Gong, 2 Gendang dan 1 alat musik Tiup khas Bima ( Serunai ). ketika musik mulai dimainkan sang guru memberi salam penghormatan kepada sang pencipta dengan gerakan tarian, lalu kemudian memanggil para penari untuk mulai menari, saat para penari mendapatkan aba - aba dari sang guru, maka para penari akan mulai berlari sekencang - kencangnya untuk mengadu kepalanya dengan penari lain yang memang sudah bersiap menerima hantaman kepala dari penari lain.

jika sang penari sudah di berikan aba - aba oleh si guru dan penari tersebut tidak mengadu kepalanya dengan penari lain, maka sang penari tersebut akan merasa kesakitan di bagian kepala, sehingga dia akan mencari benda yang keras untuk di adu dengan kepalanya. dan anehnya lagi kepala mereka tidak pernah mengeluarkan darah slama melakukan pertunjukan tersebut. tentu saja sebelum melakukan tarian yang berbahaya itu para penari sudah melakukan sebuah ritual terlebih dahulu, yaitu meminum air putih yang sudah di bacakan mantra oleh sang guru yang bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh.

By : Zuka Giofandi



Disusun oleh :
Zuka Giofandi
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
(STISIP) Mbojo - Bima
                       
Birokrasi merupakan alat pemerintah untuk menyediakan pelayananan publik dan perencana, pelaksana, dan pengawas kebijakan. Pelaksanaan birokrasi setiap negara berbeda-beda tergantung dari sistem pemerintahan yang dianut oleh setiap negara. Dengan begitu birokrasi di Negara maju tentu akan berbeda dengan birokrasi di Negara berkembang. Birokrasi yang diterapkan sudah bagus atau belum di Negara Indonesia dapat terlihat dari penyediaan pelayanan publik oleh pemerintah kepada masyarakatnya.
Di Negara berkembang terutama Indonesia, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat belum bisa dikatakan baik karena pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah belum bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kondisi geografis, sumber daya manusia, sumber penerimaan, dan teknologi informasi.
Dan pastinya sangat diperlukan solusi yang baik untuk mengatasi bagaimana caranya memperbaiki birokrasi yang ada di Indonesia, karena setiap negara yang baik juga memiliki kondisi birokrasi yang baik dan stabil.
Oleh karena itu makalah ini akan membahas bagaimana pelaksanaan birokrasi di Indonesia. Dan sudah bisa dianggap efisien atau belum jika dibandingkan dengan karakteristik birokrasi Weber.

Pengertian Birokrasi
Birokrasi terdiri dari biro yang artinya meja dan krasi yang artinya kekuasaan. Dari pengertian dua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa birokrasi adalah kekuasaan yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip ideal bekerjanya suatu organisasi. Birokrasi ini bersifat rigid atau kaku. Diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas.
Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian wewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan.
Ada beberapa teori yang dapat kita jadikan acuan. Michael G. Roskin, et al., menyebut pengertian birokrasi. Birokrasi adalah setiap organisasi yang berskala besar yang terdiri atas para pejabat yang diangkat, di mana fungsi utamanya adalah untuk melaksanakan (to implement) kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh para pengambil keputusan (decision makers). Idealnya, birokrasi merupakan suatu sistem rasional atau struktur yang terorganisir yang dirancang sedemikian rupa guna memungkinkan adanya pelaksanaan kebijakan publik yang efektif dan efisien.
Taliziduhu Ndraha (2003) menyebutkan bahwa ada tiga macam pengertian birokrasi yang berkembang saat ini :
1. Birokrasi diartikan sebagai aparat yang diangkat penguasa untuk menjalankan  pemerintahan (government by bureaus).
2. Birokrasi diartikan sebagai sifat atau perilaku pemerintahan yang buruk (patologi).
3. Birokrasi sebagai tipe ideal organisasi.
• Adalah suatu organisasi pemerintahan yang terdiri dari sub-sub struktur yang memiliki hubungan satu dengan yang lain, yang memiliki fungsi, peran, dan kewenangan dalam melaksanakan pemerintahan, dalam rangka mencapai suatu visi, misi, tujuan, dan program yang telah ditetapkan.
.    
Sementara itu Max Weber juga menyatakan, birokrasi itu sistem kekuasaan, di mana pemimpin (superordinat) mempraktekkan kontrol atas bawahan  (subordinat). Sistem birokrasi menekankan pada aspek “disiplin.” Sebab itu, Weber juga memasukkan birokrasi sebagai sistem legal-rasional. Legal oleh sebab tunduk pada aturan-aturan tertulis dan dapat disimak oleh siapa pun juga. Rasional artinya dapat dipahami, dipelajari, dan jelas penjelasan sebab-akibatnya.

Selain itu, birokrasi juga disebut sebagai badan yang menyelenggarakan pelayanan publik. Birokrasi terdiri dari orang-orang yang diangkat oleh eksekutif, dan posisi mereka ini bergantung terhadap prestasi dan produktivitas kerja mereka sendiri.

Karakteristik Birokrasi Weber

Teori karakteristik birokrasi yang umum menjadi acuan adalah teori karakteristik birokrasi Weber. Max Weber menjelaskan bahwa sebenarnya ada 8 karakteristik birokrasi, tetapi yang akan kita bahas adalah 5 dari 8 karakteristik birokrasi yang disebut Weber. Yaitu sebagai berikut :
1.      Drajat spesialisasi tinggi artinya adalah setiap anggota birokrasi harus memiliki profesionalisme dan kecakapan teknis yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
2.      Struktur kewenangan bersifat hierarkis dengan batas tanggung jawab yang  jelas artinya adalah setiap tingkatan dalam birokrasi memiliki dan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda. dengan batas wewenang yang tidak kabur.
3.      Hubungan anggota bersifat impersonal artinya adalah hubungan setiap anggota harus berdasarkan fungsi agar terciptanya mekanisme kerja yang rapi.
4.      Cara pengangkatan pegawai berdasarkan kecakapan teknis artinya adalah setiap anggota ditempatkan dan diberi pekerjaan sesuai bidang keahliannya sehingga dapat menciptakan produktivitas kerja yang baik.
5.      Pemisahan antara urusan dinas dengan urusan pribadi artinya adalah setiap pekerjaan dalam birokrasi tidak boleh tersentuh oleh masalah masalah yang sifatnya personal.
Dengan teori tersebut kita akan membandingkan apakah birokrasi di Indonesia sudah relevan untuk disebut baik. Menurut Weber cara ini dapat menjamin efisien kerja apabila benar benar dapat diterapkan dengan baik dalam birokrasi pemerintahan.
            Ditinjau secara politik, karakteristik birokrasi menurut Weber hanya menyebut hal-hal yang ideal. Artinya, terkadang pola pengangkatan pegawai di dalam birokrasi yang seharusnya didasarkan atas jenjang pendidikan atau hasil ujian, kerap tidak terlaksana. Ini diakibatkan masih berlangsungnya pola pengangkatan pegawai berdasarkan kepentingan pemerintah.


Teori Fungsi Birokrasi

Michael G. Roskin, et al. meneyebutkan bahwa sekurang-kurangnya ada 4 fungsi birokrasi di dealam suatu pemerintahan modern. Fungs-fungsi tersebut  adalah :

1. Administrasi
Fungsi administrasi pemerintahan modern meliputi administrasi, pelayanan, pengaturan, perizinan, dan pengumpul informasi. Dengan fungsi administrasi dimaksudkan bahwa fungsi sebuah birokrasi adalah mengimplementasikan undang-undang yang telah disusun oleh legislatif serta penafsiran atas UU tersebut oleh eksekutif. Dengan demikian, administrasi berarti pelaksanaan kebijaksanaan umum suatu negara, di mana kebijakan umum itu sendiri telah dirancang sedemikian rupa guna mencapai tujuan negara secara keseluruhan.

2. Pelayanan
Birokrasi sessungguhnya diarahkan untuk melayani masyarakat atau kelompok-kelompok khusus. Sehingga dapat di artikan bahwa birokrasi harus bisa melakukan fungsi pulic sevice, agar dapat memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakatnya.


3. Pengaturan (regulation)
Fungsi pengaturan dari suatu pemerintahan biasanya dirancang demi mengamankan kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan fungsi ini, badan birokrasi biasanya dihadapkan anatara dua pilihan: Kepentingan individu versus kepentingan masyarakat banyak. Badan birokrasi negara biasanya diperhadapkan pada dua pilihan ini.

4. Pengumpul Informasi (Information Gathering)
Informasi dibutuhkan berdasarkan dua tujuan pokok: Apakah suatu kebijaksanaan mengalami sejumlah pelanggaran atau keperluan membuat kebijakan-kebijakan baru yang akan disusun oleh pemerintah berdasarkan situasi faktual. Badan birokrasi, oleh sebab itu menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijaksanaan negara tentu menyediakan data-data sehubungan dengan dua hal tersebut.

Gambaran Umum Birokrasi yang Ideal.
Birokrasi bukanlah suatu fenomena yang baru bagi kita karena sebenarnya telah ada dalam bentuknya yang sederhana sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Namun demikian kecenderungan mengenai konsep dan praktek birokrasi telah mengalami perubahan yang berarti sejak seratus tahun terakhir ini. Dalam Masyarakat yang modern, birokrasi telah menjadi suatu organisasi atau institusi yang penting. Pada masa sebelumnya ukuran negara pada umumnya sangat kecil, namun pada masa kini negara-negara modern memiliki luas wilayah, ruang lingkup organisasi, dan administrasi yang cukup besar dengan berjuta-juta penduduk.
Pada umumnya birokrasi di negara maju lebih baik dari pada birokrasi di negara berkembang. Maka perlu kita meninjau birokrasi seperti di luar negri agar kita dapat mencontohnya.
Sebagai contoh kecil kita bisa melihat dari negara tetangga yang merdeka sesudah indonesia, yaitu Singapura. Di Singapura, pekerjaan sebagai pegawai negeri memiliki prestise yang tinggi di Singapura, terdapat kompetisi yang  cukup ketat untuk posisi untuk pegawai negeri dan dewan perundang-undangan . PNS diangkat tanpa memperhatikan ras atau agama, lebih mengutamakan kinerja mereka pada ujian tertulis kompetitif. Pegawai Negeri memiliki empat divisi hierarkis dan beberapa yang berperingkat pejabat "supergrade". 1 Januari 1988, terdapat 493 perwira supergrade, termasuk sekretaris tetap kementerian dan departemen sekretaris dan persentasenya < 1 persen dari 69.700 pegawai negeri yang ada.
Divisi satu terdiri dari administrasi senior dan profesional posting , yaitu 14 persen dari pegawai negeri. Tingkat tengah  divisi dua dan tiga berisi pegawai-pegawai berpendidikan dan pekerja khusus yang melakukan pekerjaan pemerintah yang paling rutin. Divisi empat terdiri dari manual dan pekerja semi-skilled yang terdiri atas 20 persen dari pegawai negeri.
Pelayanan publik di Singapura dianggap sebagai pelayanan yang hampir seluruhnya bebas dari korupsi, karena dalam faktanya, hal ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kuat terhadap kepemimpinan nasional yang menekankan pada kejujuran dan dedikasi kepada nilai- nilai nasional. Biro Investigasi Praktik Korupsi sangat menikmati kegiatan pemeriksaan kekuasaan dan kegiatan penyelidikan mendapat dukungan kuat dari perdana menteri.
Pada intinya tidak setiap hal baik yang telah dicapai oleh negara maju dapat dikembangkan oleh negara berkembang seperti Indonesia, ada hal-hal yang perlu diperhatikan yang berkenaan dengan bagaimana kondisi dari negara yang bersangkutan.
Sementara itu Max Weber sendiri juga menyatakan bahwa teori karakteristik birokrasi yang diungkapkannya hanya bersifat ideal artinya bahwa tidak semua karakterstik telah dapat dijalankan oleh birokrasi karena kadang masih diselewengkan oleh birokrasi.
Sebagai mana yang diungkapkan oleh Michael G. Roskin, et al, dia mengungkapkan bahwa sesungguhnya ada 4 fungsi dari birokrasi yaitu administrasi, pelayanan, pengaturan dan pengumpulan informasi. Tentu bagi setiap birokrasi yang baik dapat menjalankan rangkaian fungsi birokrasi.
Jika kita menarik gambaran secara umum maka kita bisa mengetahui bahwa birokrasi yang baik adalah birokrasi yang menjalankan fungsi dan tujuannya dengan baik tanpa penyelewengan. Secara jelas dapat disimpulkan bahwa ada 5 hal yang dapat menggambarkan birokrasi yang ideal, yaitu sebagai berikut :
a.        Mengutamakan sifat pendekatan tugas yang diarahkan pada hal pengayoman dan pelayanan masyarakat; dan menghindarkan kesan pendekatan kekuasaan dan kewenangan.
b.      Organisasi yang bercirikan organisasi modern, ramping, efektif dan efesien yang mampu membedakan antara tugas-tugas yang perlu ditangani dan yang tidak perlu ditangani (termasuk membagi tugas-tugas yang dapat diserahkan kepada masyarakat).
c.       Sistem dan prosedur kerjanya yang lebih berorientasi pada ciri-ciri organisasi modern yakni : pelayanan cepat, tepat, akurat, terbuka dengan tetap mempertahankan kualitas, efesiensi biaya dan ketepatan waktu.
d.      Sebagai fasilitator pelayan publik dari pada sebagai agen pembaharu pembangunan.
e.       Strukturnya lebih desentralistis, inovatif, fleksibel dan responsif.


Umur Indonesia yang baru 63 tahun memang belum ada apa apanya dengan negara negara yang maju dan telah memiliki birokrasi yang baik. Negara maju telah belajar lama tentang sistem birokrasi yang baik bagi negaranya dengan, sehingga mereka sudah sangat berpengalaman. Namun Indonesia juga perlu memperbaiki kondisi birokrasi yang sangat buruk karena jika seperti ini dapat menyebabkan ketertinggalan terus menerus.
Pada pembahasan kali ini saya akan membahas tentang kondisi birokrasi di Indonesia. Karena saat ini kita dapat melihat secara kasat mata bagaimana kebobrokan birokrasi di Indonesia. Namun kita harus mengkajinya lebih dalam agar kita dapat menemukan bagaimana caranya untuk memperbaiki keadaan birokrasi pemerintahan Indonesia. Untuk kali ini saya menjadikan teori karakteristik birokrasi Weber sebagai acuan.
Apabila kita bandingkan dengan teori birokrasi ideal Weber maka kita akan menemukan keadan birokrasi di Indonesia yang masih jauh belum ideal. Indonesia hanya baru bisa menerapkan kulit dari birokrasi modern namun belum sampai ke tata nilainya. Max Weber pernah mengungkapkan tentang dominasi birokrasi patrimonial individu-individu dan golongan yang berkuasa mengontrol kekuasaan dan otoritas jabatan untuk kepentingan ekonomi politik mereka. Hal ini sangat mirip dengan apa yang terjadi pada birokrasi di Indonesia. Ciri-ciri dominasi birokrasi patrimonial ala Weber yang hampir secara keseluruhan terjadi di Indonesia antara lain:
a.        Pejabat-pejabat disaring atas kinerja pribadi
b.      Jabatan di pandang sebagai sumber kekuasaan atau kekayaan
c.        Pejabat-pejabat mengontrol, baik fungsi politik ataupun administratif
d.       Setiap tindakan diarahkan oleh hubungan pribadi dan politik
Dengan cara yang seperti ini tentu sangat berlawanan sengan teori birokrasi ideal Weber, secara jelas maka Indonesia belum bisa menjalankan birokrasi dengan baik seperti yang diungkapkan oleh Max Weber. Karena dalam realitanya, yang menggejala di Indonesia saat ini adalah praktek buruk yang menyimpang dari teori idealismenya Weber. Dalam prakteknya, muncul kesan yang menunjukkan seakan-akan para pejabat dibiarkan menggunakan kedudukannya di birokrasi untuk kepentingan diri dan kelompok. Ini dapat dibuktikan dengan hadirnya bentuk praktek birokrasi yang tidak efisien dan bertele-tele. Secara jelas ada beberapa hal yang berlawanan dengan kerakteristik ideal birokrasi Weber di Indonesia :
a.       Drajat spesialisasi yang masih rendah, di Indonesia pada umumnya spesialisasi yang diberikan masih terlalu luas sehingga wewenang akan pekerjaan yang diberikan kepada pegawai tampak kabur dan tidak jelas.
b.      Wewenang dan batas tanggung jawab yang tidak jelas, para pimpinan birokrasi biasanya akan melebihi wewenang mereka, tetapi  jika terjadi kesalahan pada birokrasi maka para pejabat akan mengklaim bahwa itu bukan tanggung jawab mereka. Meskipun struktur birokrasi pada pemerintah Indonesia sudah hirarkis, dalam praktek perincian wewenang menurut jenjang sangat sulit dilaksanankan. Dalam kenyataanya, segala keputusan sangat bergantung pada pimpinan tertinggi dalam birokrasi.
c.       Hubungan anggota tidak berdasarkan fungsi, hubungan antar jenjang dalam birokrasi diwarnai oleh pola hubungan pribadi. Dan akibatnya fungsi anggota dalam birokrasi tampak diabaikan.
d.      Cara pengangkatan pegawai didasarkah pada hubungan pribadi, para pimpinan birokrasi sangat sering menggunakan wewenangnya untuk bertindak sesuai kepentingan pribadi. Mereka tidak akan canggung untuk mengangkat anggota dari keluarganya sendiri untuk bekerja di kantor dinasnya. Padahal seharusnya anggota diangkat berdasarkan profesionalisme dan kecakapan teknis melewati prosedur yang kompetitif.
e.       Mengutamakan urusan pribadi daripada urusan dinas, sebagai contoh kecil adalah anggota sebenarnya bekerja hanya karena motif pribadi yaitu untuk mendapatkan gaji agar bisa memenuhi kebutuhan pokok, sebenarnya ini adalah hal yang wajar akan tetapi tidak boleh terlalu diutamakan dan ditonjolkan karena dapat menyebabkan anggota melupakan fungsi utama dalam birokrasi. Bahkan anggota tidak akan segan melakukan korupsi hanya karena urusan pribadi.

Sebagai contoh kecil adalah para anggota DPR yang masih kurang tegas dalam membuat undang undang korupsi, mereka membuat undang undang yang lebih ringan hukumannya dari pada kasus kasus yang lain. Bagaimana mau tegas dalam membuat undang undang karena yang korupsi adalah mereka sendiri, sehingga mereka takut jika hukuman bagi mereka sendiri terlalau berat. Hal ini sangat menjukan bahwa fungsi yang harusnya mereka jalankan masih diselewengkan dengan urusan pribadi.
Dilain sisi juga ada  birokrasi Indonesia yang anggotanya masih menyalahkan wewenang yang dimilikinya. Sebagai contoh, masih banyak anggota Kepolisian Lalu-Lintas yang melakukan razia di luar jam kerja atau diluar jadwal razia lalu-lintas. Hal ini dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan ekonomis dan secara jelas sudah menyalahi wewenang yang dimilikinya. Dan juga banyak anggota Kepolisian RI dan TNI yang melakukan kekerasan pada masyarakat sipil hanya karena masalah yang yang biasa, seharusnya hal ini tidak boleh terjadi karena mereka bertugas mengayomi masyarakat sipil. Jika hal ini terjadi maka sudah jelas bahwa mereka menyalahi fungsi mereka sebagai anggota birokrasi.
Pada dasarnya masih banyak yang perlu diperbaiki pada birokrasi Indonesia, apalagi Indonesia adalah negara yang luas maka sangat diperlukan birokrasi pemerintah yang dapat memperhatikan masyarakatnya sendiri. Selain itu perlu adanya kepercayaan rakyat akan kinerja birokrasi bahwa para birokrat dapat memberikan yang terbaik bagi negara dimana rakyat menaruh kepercayaan kepada birokrasi untuk dapat memberikan kehidupan terbaik bagi rakyat-rakyatnya. Adanya suatu keyakinan bahwa negara mereka dipimpin oleh orang-orang terbaik dan bisa memberikan hal terbaik untuk masyarakat. Jadi disini Indonesia perlu menghilangkan stereotype negative tentang birokrasi Indonesia. Misalnya pandangan bahwa pejabat negara  hanya memikirkan kesejahteraannya. Padahal di sisi lain kita melihat kehidupan rakyat banyak masih terimpit berbagai kesulitan.

Kesimpulan
Pada intinnya birokrasi yang ideal adalah birokrasi yang memiliki pertanggung jawaban kepada publik. Birokrasi harus mampu melayani publik dengan baik karena birokrasi merupakan alat negara dimana negara sendiri adalah milik rakyat dan dibentuk oleh rakyatnya.
Untuk membentuk birokrasi yang ideal Indonesia tidak harus mencontoh sistem birokrasi seperti yang ada di luar negeri, karena birokrasi yang di luar negeri belum tentu cocok diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu birokrasi di Indonesia perlu belajar dengan baik untuk menentukan sistem yang baik bagi negaranya.
Birokrasi yang ada di Indonesia pada dasarnya belum bisa dikatakan ideal karena pelayanan yang diberikan oleh birokrasi masih carut-marut yang kadang para pejabatnya masih sewenang-wenang dan anggotanya belum memiliki akuntabilitas kepada publik. Sehinga secara keseluruhan birokrasi di Indonesia masih perlu dilakukan perbaikan dari sisi sumber daya manusianya.
Apalagi, jika dibandingkan dengan teori karakteristik birokrasi ideal Weber dan juga birokrasi birokrasi yang ada di luar negeri maka indonesia masih jauh dan perlu melakukan perbaikan demi tercapainya birokrasi yang ideal. Birokrasi yang ada belum bisa menjalan fungsi fungsi yang sebagaimana telah di ungkapkan dalam makalah ini, wewenang yang diberikan tampak kabur dan tanggung jawab yang diberikan juga tampak diabaikan.

Saran
Menurut saya Birokrasi yang ada di Indonesia perlu melakukan perbaikan sebagai berikut :
a.       Birokrasi perlu melakukan perbaikan pada SDMnya karena masih banyak pejabat dan anggota yang tidak melakukan tanggung jawabnya dengan baik. Tetapi disini yang perlu memperbaiki SDMnya bukan hanya dari pemerintah saja, namun juga diperlukan kesadaran pribadi dari para anggota akan kewajibannya melayani masyarakat.
b.      Pemerintah perlu melakukan pengawasan yang ketat pada birokrasi karena sampai saat ini angka kebocoran dana yang ada masih besar.
c.       Birokrasi harus lebih bersifat fleksibel terhadap perubahan, karena birokrasi yang kita terapkan mesih terlalu rigid dan kaku. Sehingga hampir seluruh urusan masyarakat membutuhkan sentuhan-sentuhan birokrasi. Dan juga formalitas yang berupa beban untuk pengurusan hal tertentu baik yang berupa legal cost maupun illegal cost, waktu tunggu yang lama, banyaknya pintu layanan yang harus dilewati dan tidak berperspektif pelanggan harus kita buat lebih fleksibel.





DAFTAR PUSTAKA

Copyright © 2013 CORETAN KU